
LX International Corp., unit perdagangan dari LX Group Korea Selatan, mengumumkan pada hari Selasa bahwa pihaknya akan mengakuisisi 60% saham perusahaan tambang Indonesia, PT Adhi Kartiko Pratama (AKP) senilai 132,9 miliar won Korea (sekitar $101,3 juta atau Rp1,4 triliun) untuk memproduksi nikel, bahan utama baterai kendaraan listrik (EV).
Menurut siaran pers tanggal 7 November, tambang PT AKP yang berlokasi di Pulau Sulawesi, Indonesia, memiliki cadangan nikel yang dapat ditambang sekitar 36 juta ton, cukup untuk memproduksi baterai bagi 7 juta kendaraan listrik.
“Tambang milik PT AKP memiliki infrastruktur yang sangat baik seperti jalan angkut (haul road), pit tambang, dan pelabuhan. Lokasinya juga strategis karena dekat dengan kawasan industri nikel di pulau tersebut,” ujar perwakilan LX International.
Perusahaan perdagangan ini menargetkan penyelesaian transaksi pada 29 Februari 2024, dan berencana meningkatkan kapasitas produksi tahunan nikel PT AKP dari 1,5 juta ton saat ini menjadi 3,7 juta ton pada tahun 2028.
Seorang pejabat LX International mengatakan bahwa perusahaan akan terus mengamankan pasokan nikel dan mengalihkan fokus bisnis sumber daya alamnya dari batu bara ke mineral baterai kendaraan listrik (EV).
Sementara itu, laba operasional LX International pada kuartal ketiga mencapai 63,6 miliar won, turun 76,7% dibandingkan tahun lalu, menurut laporan awal perusahaan pada hari Selasa.
Pendapatan perusahaan turun 22,3% secara tahunan menjadi 3,66 triliun won, dan laba bersih kuartal anjlok 80,2% menjadi 49 miliar won.
“Pasar sumber daya alam sempat booming dan tarif pengiriman logistik naik tajam tahun lalu. Namun, tren penurunan tahun ini terjadi akibat perlambatan ekonomi global yang menciptakan efek basis dan berpengaruh pada kinerja kuartal ketiga,” jelas pejabat LX International.
Perusahaan memperkirakan hasil kuartal keempat akan membaik seiring meningkatnya konsumsi energi di musim dingin dan pemulihan permintaan angkutan udara.
LX International menambahkan bahwa pihaknya menginvestasikan keuntungan dari bisnis tradisional seperti batu bara dan pasokan minyak sawit ke sektor pertumbuhan masa depan seperti bahan baterai EV.
Sumber: Kedglobal.com, 7 November, 2023
*Artikel ini diterjemahkan dari bahasa Inggris