
Dengan harga nikel yang telah pulih dari titik terendah pada akhir Maret dan kini diperdagangkan di atas angka US$15.000 per ton di London Metal Exchange (LME), para penambang dan pengembang yang bergantung pada logam dasar ini mulai kembali bergerak dalam beberapa bulan terakhir. Alan Taylor dari ALTA 2020 Online baru-baru ini menyoroti sejumlah perkembangan penting di sektor laterit nikel-kobalt.
Perkembangan ini terjadi dua bulan menjelang dimulainya konferensi virtual ALTA 2020.
Ravensthorpe Mulai Beroperasi Kembali
Sering dianggap sebagai barometer industri, tambang nikel Ravensthorpe milik First Quantum di Australia Barat kembali beroperasi meskipun menghadapi tantangan akibat pandemi COVID-19, sebagaimana dilaporkan perusahaan tersebut.
Pabrik asam dan fasilitas pelindian atmosferik mulai beroperasi kembali pada Maret 2020. Sirkuit HPAL (High Pressure Acid Leach) pertama mulai beroperasi pada pertengahan April, disusul oleh proses pengeringan dan pengemasan produk nikel campuran hidroksida. Sirkuit HPAL kedua dijadwalkan menyusul.
Direktur Eksplorasi Mike Christie sebelumnya menyatakan dalam konferensi Paydirt Africa Downunder pada September 2019 bahwa tambang ini menargetkan produksi sebesar 20.000–30.000 ton nikel per tahun dalam beberapa tahun mendatang. Pada kuartal kedua 2020, tambang ini telah memproduksi sebanyak 1.979 ton nikel.
Proyek Ekspansi Ramu Siap dari Segi Teknik
Mengacu pada pengumuman ASX tanggal 8 Oktober 2018 oleh Highland Pacific—mitra minoritas dalam usaha patungan Ramu Nickel—rencana ekspansi senilai A$1,5 miliar (US$1,1 miliar) masih dalam tahap kajian.
Saat ini, Ramu memiliki kapasitas produksi sebesar 34.000 ton nikel dan 3.300 ton kobalt per tahun dalam bentuk Mixed Hydroxide Precipitate (MHP), angka yang telah tercapai sejak 2017.
Menurut pembaruan dari Craig Lennon, Direktur Eksekutif Highlands Pacific (kini anak perusahaan Conic Metals Corp), proyek ekspansi ini telah siap secara teknis. Namun, keputusan akhir masih bergantung pada kondisi pasar global serta perizinan akhir di Papua Nugini.
Proyek Indonesia Melambat
Sejumlah proyek HPAL di Indonesia ditujukan untuk memproduksi MHP guna memasok industri baterai kendaraan listrik. Proyek-proyek tersebut telah memperoleh izin lingkungan pada Januari 2020, memungkinkan dimulainya konstruksi, menurut Jack Anderson dari Roskill. Namun, perkembangan proyek menjadi lambat karena sangat bergantung pada tenaga kerja asal Tiongkok, yang banyak di antaranya dikarantina.
Proyek Sunrise Menuju Penyelesaian Q3 2020
Fluor Australia Pty Ltd, sebagai kontraktor manajemen proyek, bekerja sama dengan tim proyek Sunrise milik Clean TeQ untuk menyusun Project Execution Plan (PEP) komprehensif bagi proyek nikel/kobalt/skandium Sunrise di New South Wales, Australia.
Clean TeQ menyatakan bahwa PEP ini diharapkan rampung dan diumumkan pada akhir September 2020. Estimasi biaya modal dalam PEP kemungkinan lebih tinggi dibandingkan studi kelayakan definitif tahun 2018. Namun, biaya operasional diperkirakan tetap kompetitif berkat kontribusi dari produk sampingan berupa kobalt.
Queensland Tawarkan Dana untuk Sconi
Pemerintah Queensland menawarkan paket dukungan keuangan bersyarat kepada Australian Mines untuk pengembangan proyek Sconi (kobalt-nikel-skandium) di Queensland Utara.
Dukungan ini diberikan dengan sejumlah syarat, termasuk tenggat waktu untuk kesepakatan offtake atas seluruh produksi nikel dan kobalt sulfat (September 2020), penyusunan rencana pelaksanaan, pembiayaan konstruksi, keputusan investasi akhir, penunjukan kontraktor EPCM (akhir 2020), serta penyelesaian konstruksi (Juli 2023).
Syarat lainnya meliputi keterlibatan langsung kontraktor independen dan komitmen terhadap penciptaan lapangan kerja.
Pada Agustus 2020, Australian Mines menjadi perusahaan sumber daya mineral pertama yang disertifikasi sebagai “Organisasi Netral Karbon” oleh program Climate Active milik pemerintah Australia.
Proyek Piauí Raih Izin Lingkungan Awal
Brazilian Nickel plc mengumumkan bahwa mereka telah menerima Preliminary Environmental Licence dari Badan Lingkungan Negara Bagian Piauí, Brasil, pada 22 Oktober 2019. Izin tersebut mencakup kegiatan penambangan dan pabrik pelindian tumpukan untuk menghasilkan produk nikel dan kobalt guna keperluan industri baterai.
Perusahaan menyatakan siap melanjutkan ke tahap Bankable Feasibility Study (BFS) untuk mendapatkan pembiayaan dan izin konstruksi.
Pabrik percontohan yang telah beroperasi berhasil melindikan 8.000 ton bijih dan telah menjual produk nikel serta kobalt pertamanya. Keberhasilan ini memungkinkan perluasan kapasitas pabrik hingga 10 kali lipat menjadi 1.400 ton nikel per tahun, tanpa perlu menunggu hasil BFS.
Inovasi Proses
Di bidang inovasi proses, dua terobosan penting datang dari Pure Minerals dan Metso Outotec.
Pure Minerals, melalui anak perusahaannya Queensland Pacific Metals Pty Ltd (QPM), memperoleh hibah sebesar A$2,55 juta untuk proyek Townsville Energy Chemicals Hub (TECH). Proyek ini dijalankan bersama mitra Direct Nickel Projects Pty Ltd (DNi) dan CSIRO.
Proyek TECH akan mengolah bijih laterit nikel-kobalt berkadar tinggi yang diimpor dari Kaledonia Baru untuk menghasilkan nikel sulfat, kobalt sulfat, dan produk bernilai lainnya. Jika dilanjutkan, proyek ini akan menjadi penerapan komersial pertama teknologi DNi Process™. Langkah selanjutnya adalah pengujian pabrik percontohan menggunakan sampel massal dari mitra pemasok bijih di Kaledonia Baru.
Sementara itu, Metso Outotec dari Finlandia memperkenalkan proses baru bernama superheated steam sulphation. Proses ini melibatkan penggumpalan bijih laterit dengan asam sulfat, lalu perlakuan uap superpanas pada suhu tinggi, diikuti pelindian menggunakan air. Nikel dan kobalt akan disulfasikan dan dilarutkan, sementara pelarutan besi diminimalkan melalui konversi goethite menjadi hematit. Konsumsi asam sulfat juga diklaim cukup efisien.
Makalah terkait proses ini akan dipresentasikan oleh Metso Outotec dalam Nickel-Cobalt-Copper Conference pada ALTA 2020 Online.
Konferensi dan Kursus Tambahan
Topik Pressure Acid Leaching untuk produksi nikel dan kobalt bagi industri baterai akan menjadi fokus utama dalam Nickel-Cobalt-Copper Conference pada 10–12 November, sebagai bagian dari rangkaian acara ALTA 2020 Online.
Konferensi ini akan dilanjutkan dengan kursus singkat berjudul “The ART of HPAL – The Way of Success” pada 13 November. Kursus ini akan dibawakan oleh para pelaku utama dalam proyek HPAL sukses milik Sumitomo di Coral Bay dan Taganito, Filipina.
*Artikel ini diterjemahkan dari bahasa Inggris