Pabrik tersebut yang berlokasi di Kota Qinzhou, Provinsi Guangxi, Tiongkok barat daya memiliki kapasitas terpasang sebesar 80.000 ton per tahun nickel metal equivalent untuk high nickel matte, yang merupakan bahan baku untuk memproduksi nikel sulfat, komponen kunci dalam pembuatan prekursor katoda baterai lithium-ion. Pabrik tersebut telah memproduksi high nickel matte selama lebih dari 50 hari berturut-turut. Pada Februari tahun lalu, CNGR juga meluncurkan fasilitas produksi nikel sulfat sebesar 60.000 ton per tahun di kota yang sama.

“Ini adalah pabrik pertama di dunia yang memproduksi high nickel matte dari low nickel matte menggunakan proses oxygen-enriched side-blowing furnace (OESBF),” kata CNGR. “Proyek ini juga menandai bahwa CNGR telah membentuk rantai produk terintegrasi dari bijih nikel laterit, low nickel matte, high nickel matte, nikel sulfat, hingga prekursor baterai ternary dengan kandungan nikel tinggi.”

Proses utama yang digunakan untuk menghasilkan nickel matte adalah proses NPI-to-matte dan OESBF. Diperkirakan akan ada lebih banyak pasokan nikel yang masuk ke industri baterai pada tahun 2023 setelah beberapa perusahaan Tiongkok seperti CNGR mulai memproduksi menggunakan proses OESBF di Indonesia, menurut pelaku pasar yang dinyatakan oleh Argus.

Pada Januari lalu, CNGR juga meluncurkan proyek bahan baku low nickel matte di Indonesia dengan kapasitas 27.500 ton nikel per tahun (setara logam), yang berlokasi di Weda Bay Industrial Park (IWIP) di Pulau Halmahera, Provinsi Maluku Utara.

CNGR merupakan salah satu produsen prekursor katoda baterai lithium-ion terbesar di dunia, dan menargetkan untuk meningkatkan kapasitas prekursor ternary menjadi lebih dari 500.000 ton per tahun pada akhir tahun ini.

Tiongkok mengimpor 120.544 ton nickel matte selama Januari–Juni, meningkat tajam dibandingkan 17.774 ton pada periode yang sama tahun lalu, menurut data bea cukai. Indonesia menjadi pemasok matte terbesar ke Tiongkok, dengan pengiriman sebesar 116.177 ton, atau 96% dari total impor Tiongkok.

Permintaan yang kuat dari sektor baterai kendaraan listrik (EV) telah mendorong banyak perusahaan Tiongkok untuk berinvestasi dalam proyek produksi nickel matte di Indonesia. Pada 4 Juli, Argus meluncurkan indikator harga payable untuk nickel matte berdasarkan harga resmi tunai nikel di London Metal Exchange, dengan penilaian terbaru pada 80–83% per 27 Juli. Argus juga memperkirakan bahwa permintaan nikel dari sektor EV akan melebihi 900.000 ton per tahun pada 2028.

Sumber: Argusmedia.com, 1 Agustus, 2023

*Artikel ini diterjemahkan dari bahasa Inggris