Perdagangan logam di Eropa sedang mengalami pembersihan besar yang sudah lama dinantikan. Sebulan setelah London Metal Exchange (LME) menangguhkan transaksi nikel dan membatalkan perdagangan di tengah kekacauan short squeeze yang epik, Bank of England, Financial Conduct Authority, dan LME sendiri meluncurkan investigasi untuk menyelidiki kesalahan yang terjadi. Mereka perlu memperkuat secara signifikan bursa logam utama dunia ini jika ingin tetap bertahan menghadapi gejolak yang kemungkinan besar terjadi di masa depan.

Kondisi Kritis Pasar Logam

Investigasi ini dilakukan pada saat yang sangat krusial bagi pasar logam. Sebagai komponen kunci baterai kendaraan listrik, permintaan terhadap nikel berkualitas tinggi diperkirakan akan melampaui pasokan dalam satu dekade ke depan, menurut Bank of America. Gangguan akibat pandemi, status Rusia sebagai negara terasing (pariah) yang merupakan produsen utama, serta kenaikan harga listrik yang menghambat produksi logam seperti seng dan aluminium, telah memaksa para pedagang menguras stok gudang mereka. Total stok logam dalam jaringan penyimpanan global LME turun sebesar 65% dalam 12 bulan hingga Februari tahun ini.

Ketidakseimbangan yang berkepanjangan ini akan memicu volatilitas harga, meningkatkan risiko terulangnya peristiwa short squeeze bulan lalu, ketika harga nikel sempat melonjak dua kali lipat hingga $100.000 per ton. Produsen Tiongkok, Tsingshan, yang mengambil kontrak short besar sebagai lindung nilai produksi masa depannya, bisa saja menanggung kerugian hingga $8 miliar jika bank-bank mitranya memaksa penyelesaian atas margin call besar-besaran.

Derivatif Gelap

Agar investigasi ini kredibel, perlu ada pengakuan terbuka mengenai kesalahan yang terjadi. Salah satu masalah utama adalah pihak LME hanya dapat melihat seperlima dari posisi short Tsingshan secara keseluruhan karena grup tersebut melakukan transaksi over-the-counter (OTC) dengan berbagai bank di luar bursa. Dengan pengungkapan yang lebih baik, LME seharusnya bisa memahami eksposur riil Tsingshan dan dapat mengambil langkah pencegahan. Namun investigasi juga harus menjelaskan mengapa LME Clear, lembaga kliring LME, terlambat menaikkan persyaratan margin meskipun media sudah memberitakan besarnya posisi short tersebut.

Salah satu langkah kunci ke depan adalah memastikan aturan LME selaras dengan perubahan di pasar logam. Ambil contoh nikel: meskipun produksinya kini hampir 3 juta ton per tahun, kurang dari setengahnya yang bisa digunakan untuk menyelesaikan kontrak LME; sisanya berupa nickel pig iron (NPI) berkualitas rendah. Inilah yang mungkin mendorong lonjakan harga pada bulan Maret, ketika para pedagang berebut nikel berkualitas tinggi untuk memenuhi kontrak berjangka. Kini, sumber global utama logam ini semakin bergantung pada proses peningkatan kualitas NPI. Menemukan cara agar logam berkualitas rendah ini memenuhi syarat untuk perdagangan LME akan membantu mengurangi risiko lonjakan harga di masa depan.

Perlindungan yang Lebih Baik

LME juga perlu meningkatkan sistem pengamanannya. Beberapa perbaikan telah dilakukan: salah satunya adalah pembatasan harian sebesar 15% untuk kenaikan dan penurunan harga. Namun aturan keterbukaan data masih perlu diperkuat. Sejak keruntuhan pasar nikel bulan lalu, bursa telah mewajibkan klien untuk mengungkap posisi nikel mereka di pasar OTC, tetapi transparansi semacam ini seharusnya berlaku juga untuk logam lain. Terakhir, LME harus memastikan bahwa tim pengawasan mereka yang sedang mendapat sorotan bisa berkomunikasi secara efektif dengan LME Clear. Ini akan membantu memastikan perubahan margin, misalnya, dilakukan secara tepat waktu.

Tata Kelola Baru

Semua langkah ini akan membantu meyakinkan para pengguna yang skeptis untuk tetap berdagang di LME, daripada berpindah ke bursa pesaing seperti Shanghai Futures Exchange. Namun, mereka juga perlu percaya pada keputusan LME—hal yang belakangan ini banyak diragukan publik. LME belum banyak melakukan perubahan pada struktur kepemimpinan atau tata kelolanya sejak insiden tersebut. CEO Matthew Chamberlain yang akan meninggalkan jabatannya akan digantikan oleh orang dalam. Mengganti dengan manajemen senior dan anggota dewan yang baru bisa menjadi langkah yang lebih baik.

Pemilik LME saat ini, Hong Kong Exchanges and Clearing (0388.HK), juga perlu meyakinkan pasar bahwa LME bertindak demi kepentingan seluruh pemangku kepentingan, termasuk mereka yang berada di pihak yang “benar” saat short squeeze terjadi. Jika mereka menganggap perdagangan logam lebih merepotkan dibandingkan manfaatnya, maka menjual ke pemilik yang lebih kredibel seperti Intercontinental Exchange (ICE.N) atau membuka kepemilikan bagi bank dan perusahaan komoditas melalui bentuk remutualisasi bisa dipertimbangkan.

Jika para pedagang merasa pasar yang kokoh dan tahan banting tidak lagi mungkin diwujudkan, mereka bisa menarik diri. Hal ini akan memperpanjang tren penurunan drastis volume perdagangan aluminium, nikel, dan seng, serta membuka peluang bagi kota lain untuk mengambil alih dominasi London dalam perdagangan logam. Hal itu juga akan membuat harga yang tidak stabil untuk logam penting bagi dekarbonisasi dunia menjadi masalah berkepanjangan.

Sumber: Reuters, 19 April, 2022

*Artikel in diterjemahkan dari bahasa Inggris