Sorotan Perjanjian Investasi/Pasokan
Trafigura, yang merupakan pemimpin pasar dalam industri komoditas global, telah menyetujui investasi pada kilang nikel terpadu (all-in-one) yang akan didirikan oleh Korea Zinc melalui anak perusahaannya yang memproduksi nikel sulfat, Korea Energy Materials (KEMCO). Dalam sebuah seremoni pada 16 November di kantor pusat Korea Zinc, kedua perusahaan menandatangani kesepakatan untuk berinvestasi bersama sebesar KRW 184,9 miliar (sekitar USD 140 juta) guna membangun kilang nikel yang mampu mengolah berbagai bahan baku seperti nikel matte dan mixed hydroxide precipitate (MHP) melalui proses terpadu pirometalurgi-hidrometalurgi (pyro-hydro process).
Investasi ini akan digunakan untuk membangun kilang di Ulsan, Korea Selatan, sekaligus mendanai modal kerja awalnya. Bersamaan dengan perjanjian investasi, kedua pihak juga menandatangani perjanjian jangka panjang untuk menjamin pasokan bahan baku bagi kilang tersebut. Berdasarkan kontrak tersebut, jumlah nikel yang akan dipasok oleh Trafigura berkisar antara 20.000 hingga 40.000 ton per tahun, dan Trafigura juga memiliki hak off-take atas bahan baku yang dipasok.
Signifikansi Investasi Trafigura
Trafigura adalah salah satu pemasok komoditas terbesar di dunia yang bergerak di bidang logam dan mineral, minyak dan gas, serta energi, dengan pendapatan sebesar KRW 400 triliun pada tahun 2022. Melalui anak perusahaannya KEMCO, Korea Zinc—yang dikenal dengan teknologi pemurnian logam non-ferro kelas dunia—bermitra dengan Trafigura yang memiliki kapasitas pasokan nikel yang andal dan beragam, mineral kunci dalam baterai sekunder. Kesepakatan ini bertujuan untuk membangun kilang nikel terpadu guna menghadapi regulasi global seperti Undang-Undang Pengurangan Inflasi (IRA) Amerika Serikat dan memenuhi kebutuhan pelanggan dengan memproduksi berbagai produk dalam satu lokasi.
Profil KEMCO
KEMCO memproduksi dan menjual nikel sulfat, salah satu bahan baku utama untuk produksi prekursor baterai. Saat ini, KEMCO memproduksi hingga 100.000 ton nikel sulfat per tahun di fasilitas produksinya yang berdekatan dengan Smelter Onsan milik Korea Zinc. Setelah mendirikan perusahaan patungan bernama Korea Precursor Company bersama LG Chemical pada Juni 2022, KEMCO berencana menyelesaikan pembangunan pabrik prekursor berkapasitas 20.000 ton per tahun dalam tahun ini dan memulai uji coba operasional pada 2024.
Perubahan Kepemilikan Korea Zinc di KEMCO
Melalui kesepakatan ini, porsi kepemilikan Korea Zinc di KEMCO meningkat, sehingga pendapatan KEMCO akan dikonsolidasikan ke dalam laporan keuangan Korea Zinc. Trafigura akan memperoleh 12,9% saham di KEMCO. Investasi ini merupakan tindak lanjut dari kemitraan bisnis yang diumumkan pada November lalu. Korea Zinc kini menarik perhatian berbagai perusahaan global seperti Hanwha, LG Chem, Hyundai Motor Group, dan Trafigura sebagai bagian dari strategi pertumbuhan masa depan bertajuk Troika Drive.
Keunggulan sebagai Pemurni Nikel
Korea Zinc, sebagai pemimpin global dalam produksi logam non-ferro, memproduksi 21 jenis logam dan produk kimia bernilai tinggi dengan mengolah berbagai jenis bahan baku seperti konsentrat seng dan timbal, bijih berkadar rendah, serta logam bekas. Korea Zinc berencana menerapkan teknologinya di fasilitas baru ini untuk mengolah berbagai material mengandung nikel seperti nikel matte dan MHP dari bijih nikel laterit menggunakan proses pirometalurgi-hidrometalurgi terpadu.
Melalui fasilitas peleburan nikel terpadu yang dilengkapi teknologi canggih ini, Korea Zinc juga akan mengolah baterai bekas yang mengandung nikel dan memproduksi berbagai produk khusus seperti nikel sulfat cair dan kristal, kobalt sulfat, serta prekursor.
Sumber: Trafigura.com, 17 November, 2023
*Artikel ini diterjemahkan dari bahasa Inggris