China Baowu Steel Group, produsen baja terbesar di dunia, telah menunda pembelian beberapa aset nikel milik Tsingshan Holding Group di Indonesia, menurut laporan media China.
Raksasa nikel China Tsingshan berencana menjual saham pengendali dalam proyek-proyek di Kawasan Industri Morowali, Indonesia, termasuk delapan lini produksi feronikel dan pembangkit listrik terkait yang bernilai lebih dari $4 miliar, menurut laporan media tahun lalu.
Namun, Baowu menjadi lebih berhati-hati terhadap transaksi tersebut setelah terjadi perubahan ketua direksi dan penurunan laba baik untuk nikel maupun baja sejak periode kedua tahun 2022, seperti dilaporkan media bisnis Caixin pada Rabu malam, mengutip beberapa sumber yang familiar dengan kesepakatan tersebut.
Baowu sedang mengevaluasi ulang kesepakatan tersebut setelah perubahan manajemen, kata seorang sumber yang familiar dengan masalah ini kepada Reuters.
Baowu maupun Tsingshan tidak dapat dihubungi untuk memberikan komentar.
Tsingshan berencana menjual sebagian produksi feronikelnya, yang sebagian besar digunakan untuk membuat baja tahan karat, seiring dengan perluasan produksinya dalam logam baterai, kata Caixin.
Tsingshan Group telah memulai produksi komersial nikel murni di Indonesia, seperti dilaporkan Reuters bulan lalu, mengutip tiga sumber yang mengetahui produksi tersebut.
Sumber: Reuters.com, 21 September, 2023