Dalam acara 2023 SMM Indonesia Nickel and Cobalt Industry Chain Conference yang diselenggarakan pada 30–31 Mei di Jakarta, Deputi Bidang Koordinasi Investasi dan Pertambangan Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Republik Indonesia, Septian Hario Seto, menyampaikan bahwa Indonesia memiliki cadangan besar logam penting untuk baterai litium.

Indonesia telah berhasil mengembangkan industri nikelnya menjadi industri baja dan bahan baku baterai melalui kebijakan investasi dan insentif yang mendorong terciptanya ekosistem industri yang komprehensif dan sangat kompetitif.

Seto juga menegaskan bahwa Indonesia perlu membentuk indeks harga nikel sendiri.

Indeks baru ini dapat digunakan dalam kebijakan nasional seperti pengenaan pajak ekspor dan penetapan harga bijih nikel domestik di Indonesia.

Pentingnya Pembentukan Indeks Harga Nikel Indonesia:

  1. Terdapat selisih (spread) antara harga nikel di LME (London Metal Exchange) dan harga spot NPI yang berkisar antara 0% hingga 20%, bahkan sempat mencapai 40% pada awal tahun 2022.

  2. Sebagai pemain penting dalam industri nikel global, Indonesia perlu memiliki indeks harga sendiri agar pasar produk nikel tidak hanya mengacu pada satu referensi saja.

  3. Indeks baru ini bisa digunakan dalam kebijakan domestik seperti formulasi pajak ekspor dan harga bijih nikel di dalam negeri.

Selain itu, pemerintah Indonesia juga mengusulkan penundaan pengenaan bea keluar untuk produk nikel. Sebelumnya, pemerintah telah menyatakan rencana untuk mengenakan bea keluar terhadap NPI (nickel pig iron) dan high matte nickel.

Sumber: SMM/News Metal.com, 6 Juni, 2023

*Artikel ini diterjemahkan dari bahasa Inggris